Tarif murah telepon selular membuat komunikasi terhambat

Aug 14th, 2008 | By dhega | Rubrik: Something

Beberapa waktu belakangan ini, angka 1 (satu) dan 0,.. (nol koma) menjadi ngetrend di kalanga operator selular. Beberapa operator telah kerajingan dengan angka ini, mulai dari deretan nol, hingga Rp. 1 per nelpon. Sesaat hal ini membuat kita pengguna ponsel, “sumringah”. Namun belakangan membuat dongkol dan geram.

Tarif Murah Operator Selular

Tarif Murah Operator Selular

Pasalnya karena kebijakan angka nol dan satu ini, membuat komunikasi terhambat. Dan extreme-nya, bahkan tak jarang gara-gara hal ini menimbulkan pertengkaran. Seperti telah disindir oleh salah satu iklan layanan masyarakat, yang dalam iklan tersebut tersampaikan “Sinyalnya jelek” menjadi “APAAA!!! aku jelek?@#!@#$@#” (expresi marah, oleh bintang iklannya).

Fenomena perang tarif ini sudah membuat komunikasi terhambat. Contoh saja, ketika kita menggunakan kartu “Remi”, untuk sms, pesan yang dikirim pertama tak terkirim, dan harus diulangi untuk dapat terkirim. Atau ketika menggunakan operator dengan 3 lingkaran berwarna untuk telpon, kemungkinan dapat tersambung dengan mudah menjadi kecil, berbeda pada saat tarif masih tinggi dahulu. Atau contoh lain, ketikan kita sedang bertelpon ria, tau-tau suara putus-putus dan bahkan hilang samasekali, tau-tau komunikasi terputus.

Untuk beberapa orang yang menganggap kelancaran komunikasi lebih penting dari tarif, tentunya akan sangat kesal dengan hal ini. “Murah tapi murahan”, mungkin itu yang akan terlontar ketika komunikasi menjadi terhambat.

Secara teori, satu cakupan atau jalur data antar BTS (Base Transmission Station) idealnya dilalui sekitar 6000 user untuk CDMA, dan sekitar 600 user untuk GSM. Nah dengan tarif murah, pengguna tentunya akan meningkat lebih dari kapasitas. Pada jam-jam tertentu, trafic akan “jenuh” dan sistem terpaksa melakukan switching ekstra atau membatasi waktu koneksi karena over quota. Nah inilah yang menyebabkan komunikasi kita terganggu atau bahkan terputus.

Nah sekarang yang jadi pertanyaan, sampai kapan seperti ini? Apakah akan lebih baik, ataukah akan semakin parah? Solusinya,…? Pakai telpon rumah (ups… ini bukan iklan lho.. :D ), atau pakai operator yang tak ikut perang tarif :D

Ada solusi lain…?

Tags: , , , , ,

If you like this articles, You can Read for free. And if you want to donate click buttons bellow

hits4pay

One comment
Leave a comment »

  1. hemmm
    gak oleh nyebun merek yo!!…

    emmm sejauh ini aku masih setia menggunakan yang Rp. 1,- pertelpon, walopun kadang2 juga gak nyambung bin tulalit.
    tapi gak papa, banyak nyambungnya kok! baik ya?

Leave Comment