Pinjaman Lunak yang Tak Kita Sadari
- Tuesday, June 2, 2009, 16:22
- Something
- 354 views
- Add a comment
Beberapa hari ini, aku disadarkan akan satu hal. Bahwa sebenarnya Tuhan sangat murah hati. Dia memberikan pinjaman yang sangat lunak. Ya.. yang aku maksudkan adalah segalanya, mulai dari kesehatan, harta, wajah, maupun segala anugrah yang Dia pinjamkan kepada kita.
Kita dipinjami sehat bahkan nyawa oleh-Nya selama ini, tanpa kita sadari terkadang. Namun pantaskah kita mengeluh ketika pinjaman itu diambil-Nya?.. Atau pantaskah kita membanggakan barang pinjaman seperti wajah yang cantik dan rupawan misalnya atau keelokan ragawi yang kita bangga-banggakan?..
Semua itu hanya pinjaman,.. Ya.. Hanya pinjaman yang suatu ketika akan diambil sewaktu-waktu oleh-Nya
Terkadang kita merasa jadi orang yang paling baik sedunia, atau paling cakep sedunia, dan celakanya kita bangga akan hal itu.. Namun sebetulnya kita membanggakan apa yang tak kekal kita miliki alias pinjaman.
Allah telah memberi kita pinjaman yang sangat lunak, melebihi apapun. Mulai dari rambut, ujung kaki, bakat, wajah, kesehatan, nyawa, hingga sekeliling kita.
Apapun itu, namanya pinjaman, memang pasti diambil oleh-Nya.. Kita hanya meminjamnya, kita hanya bisa merawatnya, mencintainya, namun tidak memilikinya,..
Sudahkan kita berterima kasih padaNya atas segala yang kita pinjam? Siapkah kita ketika kita harus mengembalikannya? atau ketika Ia mengambilnya?
Kita telah dipinjami kesehatan dari kecil hingga sekarang, sesekali kesehatan kita diambilNya, dan dikembalikan lagi kepada kita, kemudian di lain hari diambilnya lagi dan dikembalikan lagi… Seandainya pinjaman-Nya memiliki jatuh tempo, 10 Tahun, 20 Tahun, atau bahkan 100 Tahun, atau tiba-tiba diambilnya seketika, bagaimana kita?.. Sang Maha Pemurah telah memberikan pinjaman yang tak memiliki jatuh tempo, kita tak boleh lengah, tak boleng bersombong dengan segala pinjamanNya, masihkan ada diantara kita yang berpikir “Ini loh Aku..!!”, dengan bangganya, atau “Siapa dulu donk, Akuu…”, masihkan kita bangga?
Namun kita harus bisa membuat bangga yang meminjaminya, dengan pinjamannya kita bisa jadi sesuatu, dengan pinjamannya kita menjadi berguna bagi orang lain, dengan pinjamannya kita membantu penderitaan orang lain.
Bagaimana?…
About the Author
Write a Comment
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Saat Rendy gagal datang di acara ulangtahun pernikahannya sendiri, Mae pun ngambek dan minta pulang ke rumah orangtuanya. Babe MardiI (Jaja Mihardja) dan Bu mardiI (Meriam Bellina) bukannya membujuk Mae supaya kembali ke suami, mereka malah mendukung Mae menceraikan Rendy karena Rendy gagal memberikan mereka cucu
Diangkat dari novel karya Habibburahman El Shirazy. Ketika Cinta Bertasbih terdiri dari 2 seri dan populer di kalangan para pecinta buku tanah air. Hingga kini lebih dari 1 juta eksemplar novel tersebut laku terjual.


